Saoto Bathok Mbah Katro Khas Jogja

Posted by

Halo sobat makanyok, gimana kabarnya. Kali ini kita masih akan membahas kuliner khas dari daerah Jogja. Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini, makanan yang sangat digemari oleh banyak orang ini.

Yak benar sekali, makanan tersebut adalah soto. Tapi soto kali ini tidak biasa karena tidak disajikan dalam wadah piring maupun mangkok, tetapi dalam bathok (tempurung kelapa).

Berjalan di sepanjang jalan beraspal di sebelah Candi Sambisari di utara, Anda akan menemukan gubuk bambu dalam garis rapi di sepanjang tepi sawah. Dalam gubuk tersebut terdapat papan yang bertuliskan “Saoto Bathok Mbah Katro”.Namun, mengapa mereka menulisnya “saoto” dan bukannya “soto”? Pasti berpikir itu mungkin salah ketik.

Asal usul nama “saoto” , nama saoto sebenarnya adalah istilah lain yang digunakan untuk merujuk pada makanan khusus ini di Solo; itu bukan kesalahan ketik, sungguh. Nama-nama yang berbeda untuk makanan ini sebenarnya adalah hasil dari dialek yang beragam dalam masyarakat kita-kita biasa mengucapkan istilah sesuai dengan aksen kita sendiri. Didirikan oleh Mbah Katro sejak akhir tahun lalu, masakan ini mengikuti kiasan soto gaya Solo, dan oleh karena itu disebut dengan nama Solonese.

Tidak hanya menjual soto biasa saja. Namun, ada banyak lauk berbeda yang bisa Anda pilih dari tempe goreng, sate usus ayam, atau sate telur puyuh.

Saat menikmati saoto bathok, kamu dapat memilih apakah akan duduk lesehan (pengaturan tempat duduk tanpa kursi) di atas tikar pandan atau di bangku bambu. 

Penyajian saoto bathok sangat menarik, uap tipis mengepul dari mangkuk bathok berisi soto dan nasi sapi. Sambal , irisan jeruk nipis, dan tempe yang kami pesan disajikan dalam piring tanah liat kecil. Penyajian Saoto Bathok memang tradisional dan unik. Ini sangat cocok dengan tempat dan suasana pedesaan.

Saat pertama kali mencoba kaldu bening Saoto Bathok, sensasi pertama yang akan muncul pada lidah kamu adalah segar dan tidak berlemak. 

Sekian artikel dari kami, jika ada yang salah kami mohon maaf. Jangan lupa makan!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *