Makanyok kembali membahas perkembangan dari kategori Berita Kuliner setelah TikTok Food Fest 2026 memasuki rangkaian puncak acara. Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26–27 September 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta Pusat, dengan lebih dari 40 tenant kuliner.
- Dari Konten ke Pengalaman Offline
- Lebih dari 40 Tenant
- Kreator Ikut Berperan
- Tema Every Ingredient Tells a Story
- Ada Demonstrasi Memasak
- Culinary Passport Hadir
- Ada Unsur Wellness
- Industri F&B Semakin Digital
- Pesanan F&B di Platform Digital Meningkat
- UMKM Mendapat Kesempatan
- Kemasan Semakin Penting
- Konten Menjadi Bagian dari Produk
- Pengunjung Juga Menjadi Promotor
- Festival Tidak Hanya Soal Jualan
- Jakarta Menjadi Titik Temu
- Pengalaman Menjadi Nilai Tambahan
- Kuliner Indonesia Semakin Terhubung
- Festival Bisa Menjadi Tempat Uji Produk
- Tantangan Tetap Ada
- TikTok Food Fest Jadi Gambaran Tren Baru
- Kuliner Masuk Era Interaktif
Konsep acara ini menarik karena mempertemukan makanan dengan kreator konten, komunitas, gaya hidup, dan aktivitas digital.
Kuliner tidak lagi hanya menjadi produk yang dikonsumsi.
Makanan juga menjadi konten.
Cerita.
Pengalaman.
Dan bagian dari komunitas.
Dari Konten ke Pengalaman Offline
TikTok Food Fest membawa kebiasaan digital ke ruang nyata.
Pengguna biasanya menemukan makanan melalui video.
Mereka melihat proses memasak.
Melihat review.
Mendengar rekomendasi kreator.
Kemudian mencari tempat untuk mencoba makanan tersebut.
Festival mengubah proses itu menjadi pengalaman langsung.
Pengunjung dapat mencicipi makanan setelah sebelumnya mengenalnya melalui konten.
Lebih dari 40 Tenant
Pada acara puncaknya, lebih dari 40 tenant kuliner akan hadir.
Pengunjung dapat mencoba berbagai makanan dan minuman.
Jumlah tenant yang cukup banyak membuat festival memiliki variasi pilihan.
Bagi pengunjung, hal ini memungkinkan eksplorasi.
Mereka tidak perlu datang hanya untuk satu menu.
Kreator Ikut Berperan
Kreator kuliner menjadi salah satu bagian penting.
Kolaborasi antara kreator dan pelaku usaha dapat menghasilkan menu baru.
Kreator juga dapat membawa komunitas mereka.
Hal ini menciptakan hubungan langsung antara pembuat konten dan bisnis kuliner.
Bagi pelaku usaha, kolaborasi tersebut bisa menjadi kesempatan memperkenalkan produk kepada audiens baru.
Tema Every Ingredient Tells a Story
Rangkaian TikTok Food Fest 2026 membawa tema Every Ingredient Tells a Story.
Konsep tersebut menekankan cerita di balik makanan.
Bahan lokal.
Tradisi.
Teknik memasak.
Kreativitas.
Semua dapat menjadi bagian cerita sebuah hidangan.
Pendekatan seperti ini membuat festival tidak hanya menampilkan makanan sebagai produk akhir.
Ada Demonstrasi Memasak
Pengunjung juga dapat mengikuti demonstrasi memasak.
Aktivitas tersebut memberikan pengalaman edukatif.
Orang dapat melihat bagaimana sebuah menu dibuat.
Proses memasak juga menarik secara visual.
Tidak mengherankan jika aktivitas seperti ini mudah menjadi konten media sosial.
Culinary Passport Hadir
Festival juga menawarkan aktivitas Culinary Passport.
Pengunjung dapat mengikuti rangkaian permainan dan tantangan.
Selain itu ada Make a TikTok dan Lucky Draw.
Aktivitas tersebut membuat pengunjung tidak hanya datang, membeli makanan, kemudian pulang.
Mereka memiliki alasan untuk mengeksplorasi area festival.
Ada Unsur Wellness
TikTok Food Fest juga memasukkan aktivitas wellness.
Hal tersebut menunjukkan hubungan semakin kuat antara makanan dan gaya hidup.
Kuliner tidak selalu harus dipisahkan dari kesehatan.
Pengunjung dapat menikmati makanan sekaligus mendapatkan pengalaman yang berhubungan dengan aktivitas fisik dan keseimbangan gaya hidup.
Industri F&B Semakin Digital
Perkembangan festival ini sejalan dengan perubahan perilaku konsumen.
Makanan semakin sering ditemukan melalui platform digital.
Video pendek membantu restoran mendapatkan perhatian.
Review dapat memengaruhi keputusan konsumen.
Konten kreator dapat memperkenalkan menu baru.
Perubahan ini membuat kemampuan digital semakin penting bagi bisnis kuliner.
Pesanan F&B di Platform Digital Meningkat
Data yang dikutip sejumlah laporan menunjukkan pesanan produk makanan dan minuman di Tokopedia serta TikTok Shop meningkat hampir 95 persen pada semester pertama 2026.
Jumlah pelaku usaha F&B yang menjual produk melalui platform tersebut juga dilaporkan meningkat 184 persen.
Angka tersebut menunjukkan hubungan antara kuliner dan perdagangan digital semakin kuat.
UMKM Mendapat Kesempatan
Bagi UMKM, platform digital dapat menjadi pintu masuk ke pasar lebih luas.
Usaha kecil tidak harus mengandalkan pelanggan yang tinggal di sekitar lokasi.
Produk dapat diperkenalkan melalui video.
Kemasan dapat dikirim.
Pesanan bisa datang dari wilayah berbeda.
Namun, ekspansi tersebut juga membutuhkan konsistensi kualitas.
Kemasan Semakin Penting
Produk makanan yang dijual secara digital perlu mempunyai kemasan yang sesuai.
Makanan harus aman selama perjalanan.
Tampilan juga perlu menarik.
Informasi produk harus jelas.
Bagi produk yang dikirim ke luar kota, daya tahan menjadi faktor penting.
Konten Menjadi Bagian dari Produk
Di era media sosial, produk tidak berhenti pada rasa.
Tampilan juga penting.
Nama menu.
Kemasan.
Cara penyajian.
Cerita di balik bahan.
Semua dapat menjadi materi konten.
Karena itu, pelaku F&B mulai memikirkan produk dan konten secara bersamaan.
Pengunjung Juga Menjadi Promotor
Ketika seseorang membeli makanan di festival, mereka dapat membuat video.
Video tersebut kemudian dibagikan.
Teman dan pengikut melihat.
Sebagian mungkin tertarik mencoba.
Rantai promosi seperti ini menjadi salah satu kekuatan event kuliner berbasis komunitas.
Festival Tidak Hanya Soal Jualan
TikTok Food Fest memperlihatkan bagaimana festival kuliner dapat menjadi tempat bertemunya berbagai pihak.
Ada brand, tenant, kreator, komunitas, konsumen.
Semua memiliki kepentingan berbeda.
Namun, makanan menjadi titik pertemuan.
Jakarta Menjadi Titik Temu
Hutan Kota GBK dipilih sebagai lokasi puncak acara.
Lokasi tersebut berada di kawasan yang relatif mudah diakses dari berbagai wilayah Jakarta.
Ruang terbuka juga memungkinkan acara dibuat lebih fleksibel.
Pengunjung dapat bergerak di antara tenant dan aktivitas.
Pengalaman Menjadi Nilai Tambahan
Konsumen sekarang semakin mencari pengalaman.
Mereka tidak hanya membeli makanan.
Mereka ingin mendapatkan sesuatu yang dapat diceritakan.
Festival memberikan ruang untuk itu.
Pengunjung dapat mencicipi menu.
Bertemu kreator.
Mengikuti aktivitas.
Membuat konten.
Dan membagikannya.
Kuliner Indonesia Semakin Terhubung
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri kuliner Indonesia semakin terhubung dengan ekonomi kreatif.
Makanan.
Media sosial.
Komunitas.
E-commerce.
Semua berjalan beriringan.
Pelaku usaha yang memahami hubungan tersebut mempunyai peluang memperluas pasar.
Festival Bisa Menjadi Tempat Uji Produk
Bagi pelaku usaha, festival juga dapat menjadi ruang untuk menguji respons pasar.
Menu baru dapat ditawarkan.
Harga dapat dibandingkan.
Respons pengunjung bisa diamati.
Produk yang mendapat sambutan dapat dikembangkan.
Tantangan Tetap Ada
Ramainya perhatian tidak otomatis membuat sebuah bisnis berhasil.
Pelaku usaha tetap harus menjaga kualitas.
Rasa harus konsisten.
Produksi harus stabil.
Pelayanan harus cepat.
Kemasan harus aman.
Jika permintaan meningkat drastis, kapasitas produksi harus mampu mengikuti.
TikTok Food Fest Jadi Gambaran Tren Baru
Festival ini memperlihatkan bahwa industri kuliner semakin sulit dipisahkan dari teknologi.
Orang menemukan makanan lewat video.
Mereka membelinya lewat platform digital.
Kemudian pengalaman makan dibagikan kembali melalui konten.
Siklus tersebut menciptakan ekosistem yang terus berputar.
Kuliner Masuk Era Interaktif
TikTok Food Fest 2026 tidak hanya menawarkan makanan.
Ia menawarkan pengalaman.
Kreator.
Komunitas.
Musik.
Wellness.
Permainan.
Semua digabungkan dalam satu ruang.
Konsep tersebut menjadi gambaran bagaimana festival kuliner masa kini berkembang dari sekadar bazar makanan menjadi pengalaman yang lebih luas.

