Menjelajahi khazanah kudapan Nusantara tidak akan lengkap tanpa menyentuh cara olah panada ikan cakalang yang memiliki tekstur roti unik. Berbeda dengan jalangkote atau pastel yang menggunakan kulit pastry tipis, panada menggunakan adonan roti ragi yang digoreng. Oleh karena itu, panada memiliki karakteristik yang lebih mengenyangkan dengan perpaduan rasa roti yang manis dan isian yang pedas. Selanjutnya, mari kita bedah bagaimana pengaruh bangsa Spanyol di masa lampau bertransformasi menjadi salah satu kudapan paling ikonik di Sulawesi Utara.
- Warisan Empanada: Sejarah dan Karakteristik dalam Olah Panada Ikan Cakalang
- 1. Asal-Usul Panada: Dari Empanada Spanyol ke Lidah Minahasa
- 2. Bahan dan Bumbu Utama: Kunci Keberhasilan Olah Panada Ikan Cakalang
- 3. Langkah Memasak: Panduan Praktis Olah Panada Ikan Cakalang di Rumah
- Tips Tambahan Agar Panada Empuk dan Tidak Berminyak
- Menikmati Jejak Sejarah dalam Setiap Gigitan
Warisan Empanada: Sejarah dan Karakteristik dalam Olah Panada Ikan Cakalang
Apa yang membuat panada begitu berbeda dari jenis roti goreng lainnya? Rahasianya terletak pada isian “pampis” atau suwiran ikan cakalang yang dimasak dengan rempah pedas dan daun kemangi. Berikut adalah ulasan sejarah serta panduan detail cara olah panada ikan cakalang untuk camilan istimewa di rumah:
1. Asal-Usul Panada: Dari Empanada Spanyol ke Lidah Minahasa

Sesuatu yang paling menarik dalam sejarah kuliner ini adalah proses asimilasi budaya dari bangsa Spanyol yang membawa konsep empanada (roti isi) ke wilayah Manado. Namun, jika versi aslinya sering menggunakan isian daging sapi atau keju, masyarakat Minahasa memodifikasinya dengan hasil laut lokal yaitu ikan cakalang. Setelah itu, bumbu-bumbu tajam seperti cabai rawit dan kemangi ditambahkan untuk menyesuaikan dengan selera masyarakat setempat yang gemar rasa pedas.
Namun, esensi dari kudapan ini tetap pada teknik pilinan pinggiran kulitnya yang khas. Sebab, hasil akhir olah panada ikan cakalang yang sempurna haruslah memiliki roti yang mengembang cantik namun isiannya tetap kering dan meresap. Maka, hasil akhirnya adalah sebuah perpaduan tekstur empuk di luar dan sensasi ledakan rasa pedas gurih di bagian dalam.
2. Bahan dan Bumbu Utama: Kunci Keberhasilan Olah Panada Ikan Cakalang
Untuk mendapatkan roti yang empuk dan isian yang lezat, siapkan bahan-bahan berkualitas berikut:
Bahan Roti:
-
250 gram tepung terigu protein tinggi.
-
1 sdt ragi instan.
-
2 sdm gula pasir dan 1 butir telur.
-
100 ml santan hangat (untuk rasa lebih gurih).
-
1 sdm margarin.
Bahan Isian (Pampis Ikan):
-
200 gram ikan cakalang asap/asar (suwir halus).
-
5 butir bawang merah dan 3 siung bawang putih (haluskan).
-
10 buah cabai rawit (ulek kasar).
-
1 batang serai dan daun kemangi secukupnya.
3. Langkah Memasak: Panduan Praktis Olah Panada Ikan Cakalang di Rumah
Proses dimulai dengan menumis bumbu halus untuk isian hingga harum, lalu masukkan suwiran ikan cakalang dan daun kemangi hingga mengering. Setelah itu, buatlah adonan roti dengan mencampur tepung, ragi, gula, telur, dan santan hingga kalis, lalu diamkan (prooving) selama 45 menit hingga mengembang. Ambil sedikit adonan, pipihkan, beri isian ikan, lalu lipat dan pilin bagian pinggirnya dengan rapi.
Akhirnya, goreng panada di dalam minyak panas dengan api sedang agar roti matang merata dan tidak cepat hangus. Dalam teknik olah panada ikan cakalang, sangat penting untuk memastikan isian ikan sudah benar-benar kering sebelum dibungkus. Oleh sebab itu, pastikan Anda tidak terburu-buru dalam proses pengisian agar kulit roti tidak bocor saat digoreng.
Tips Tambahan Agar Panada Empuk dan Tidak Berminyak
-
Gunakan Santan Hangat: Mengganti air dengan santan saat membuat adonan roti akan membuat hasil akhir olah panada ikan cakalang jauh lebih lembut dan gurih. Hal ini adalah rahasia dapur para ibu di Manado.
-
Proses Prooving yang Tepat: Pastikan adonan mengembang dua kali lipat sebelum dibentuk. Sebab, ragi yang bekerja sempurna adalah jaminan roti yang berongga dan ringan saat digigit.
-
Teknik Menggoreng: Jangan membolak-balik panada terlalu sering di dalam minyak. Oleh karena itu, cukup satu kali balik saja agar minyak tidak terlalu banyak terserap ke dalam roti.
Menikmati Jejak Sejarah dalam Setiap Gigitan
Memahami cara olah panada ikan cakalang adalah cara kita merayakan sejarah pertemuan budaya yang kaya di Indonesia. Meskipun tekniknya berasal dari jauh, namun rasa pedas kemangi di dalamnya adalah jati diri kita yang tak terbantahkan. Jadi, jangan ragu untuk mencoba membuat kudapan legendaris ini dan rasakan sensasi kelezatannya yang tak lekang oleh waktu.
Jejak Rasa S2 Eps 9: Manisnya Lempok Durian dan Harmoni Rasa dalam Kuliner Khas Bangka Autentik

