Bali Good Food Month 2026 Digelar Selama 24 Hari

liwei
By

MakanYok mencatat kalender kuliner Bali akan semakin ramai pada akhir Oktober. Bali Good Food Month 2026 dijadwalkan berlangsung selama 24 hari, mulai 22 Oktober hingga 14 November 2026.

Festival ini tidak hanya berpusat di satu lokasi. Berbagai restoran, chef, produsen makanan, pelaku kopi, wine, dan pastry akan menghadirkan kolaborasi di sejumlah kawasan Pulau Dewata.

Program tersebut diselenggarakan Bali Restaurant & Café Association atau BRCA. Penyelenggara ingin mempertemukan lebih banyak pelaku industri sekaligus memperkuat Bali sebagai destinasi wisata kuliner.

Berdasarkan jadwal resmi BRCA, agenda tersebar di Kuta, Sanur, Nusa Dua, Ubud, Umalas, Gianyar, Karangasem, Seminyak, Plaga, hingga Jimbaran.

Bali Good Food Month 2026 Dimulai di Kuta

Rangkaian acara dijadwalkan dibuka pada 22 Oktober di TEMPLE by Ginger Moon, Kuta.

Acara pembukaan membawa tema “Good Food. Good People. Good Bali.”

Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.30 hingga 22.00 WITA.

Setelah acara pembukaan, kolaborasi kuliner akan berlangsung hampir setiap hari.

Pada 23 Oktober, Blossom Steakhouse di Sanur bekerja sama dengan Spice by Blake.

Dua hari kemudian, Art Cafe Bumbu Bali dan Bali Asli menghadirkan pengalaman Balinese Megibung di Nusa Dua.

Format tersebut menjadi karakter utama Bali Good Food Month.

Alih-alih memindahkan seluruh restoran ke satu festival, penyelenggara mengajak pengunjung datang langsung ke berbagai venue.

Pendekatan ini memungkinkan wisatawan mengenal suasana restoran sekaligus kawasan tempat restoran tersebut berada.

Pengalaman Kuliner Dibuat Semakin Beragam

Kalender festival menunjukkan pilihan aktivitas yang cukup luas.

Pada 29 Oktober, Bali Beans Coffee dijadwalkan berkolaborasi dengan 2080 Burgers melalui acara bertema grill dan kopi di Umalas.

Pada 1 November, Wheatfield Lab dan Micrology Coffee menghadirkan perpaduan pastry dan kopi di kawasan Canggu.

Sehari kemudian, House of Sababay di Gianyar akan mengadakan wine tour, wine tasting, dan sushi feast bersama Enzo Sushi.

Agenda tersebut menunjukkan festival tidak hanya mengandalkan menu makan malam formal.

Kopi, pastry, wine, burger, sushi, dan berbagai konsep lain ikut menjadi bagian dari pengalaman.

Hal ini membuat pengunjung dengan preferensi berbeda tetap memiliki pilihan.

Tradisi Bali Ikut Mendapat Ruang

Salah satu agenda menarik dijadwalkan berlangsung pada 3 November di Bali Asli, Karangasem.

Pengunjung akan mengikuti megibung feast dengan latar kawasan Gunung Agung.

Megibung merupakan tradisi makan bersama yang memiliki akar kuat dalam budaya masyarakat Bali.

Konsep ini memberi dimensi berbeda dibandingkan pengalaman restoran modern.

Wisatawan tidak hanya mencoba hidangan, tetapi juga mengenal cara makan yang berkaitan dengan budaya lokal.

Pada 9 November, kegiatan lainnya akan berlangsung di perkebunan Bali Beans di Plaga.

Program tersebut mencakup perjalanan perkebunan kopi, makan siang roast chicken, serta pengalaman pastry.

Lokasinya memberi kesempatan bagi peserta melihat sisi Bali yang berbeda dari kawasan wisata pantai.

Kuliner Lokal dan Internasional Bertemu

Festival juga memperlihatkan bagaimana perkembangan restoran Bali semakin beragam.

Masakan Nusantara berjalan berdampingan dengan konsep Jepang, Eropa, Amerika Selatan, hingga pendekatan modern lainnya.

Beberapa agenda menggabungkan tradisi lokal dengan teknik internasional.

Pada 6 November, The Kelusa at Samsara Ubud dijadwalkan bekerja sama dengan Nutrio dari Revivo Wellness Resort.

Kolaborasi tersebut membawa tema “Nusantara With a Twist: Elevating Indonesian Heritage Cuisine”.

Pendekatan ini menunjukkan masakan Indonesia dapat dikembangkan dalam format modern tanpa harus menghilangkan identitas bahan dan cita rasa lokal.

Bagi industri restoran, kolaborasi juga memberi kesempatan bagi chef dan tim untuk bertukar ide.

Pengunjung akhirnya memperoleh menu atau pengalaman yang mungkin tidak tersedia pada hari biasa.

Puncak Festival Berlangsung di Jimbaran

Setelah rangkaian panjang di berbagai lokasi, Bali Good Food Month akan ditutup pada 14 November.

Festival penutup dijadwalkan berlangsung di Suwarga Garden, Mövenpick Resort & Spa Jimbaran.

Acara berlangsung dari pukul 15.00 hingga 22.00 WITA.

Sekitar 30 booth makanan dan minuman direncanakan ikut meramaikan festival.

Pengunjung juga dapat menikmati musik live, workshop, demo kuliner, serta diskusi panel.

Topik keberlanjutan juga mendapat ruang dalam kegiatan tersebut.

Harga tiket tercantum Rp100.000 per orang dan sudah termasuk voucher makanan senilai Rp50.000.

Suwarga Garden memiliki area sekitar 2.175 meter persegi yang terdiri dari Waterfall Garden, lawn, pavilion, dan Banyan area.

Dorong Kunjungan Langsung ke Restoran

Bali Good Food Month tidak hanya bertujuan membuat festival ramai.

BRCA juga ingin meningkatkan visibilitas restoran dan pelaku kuliner yang berpartisipasi.

Karena aktivitas tersebar di banyak venue, wisatawan didorong mengunjungi restoran secara langsung.

Model tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Pengunjung tidak hanya membeli makanan, tetapi juga menggunakan transportasi, mengunjungi kawasan sekitar, atau memperpanjang aktivitas wisata.

Bagi restoran, kunjungan langsung membuka peluang memperkenalkan pelayanan dan konsep mereka kepada pelanggan baru.

Wisata Kuliner Bali Semakin Luas

Festival selama 24 hari memberi wisatawan banyak pilihan untuk menyusun perjalanan.

Pengunjung di Bali Selatan dapat mengikuti acara di Kuta, Seminyak, Sanur, Nusa Dua, Uluwatu, hingga Jimbaran.

Mereka yang berada di Ubud atau Gianyar juga mempunyai agenda sendiri.

Sementara Karangasem dan Plaga menawarkan pengalaman yang lebih jauh dari pusat wisata utama.

Beberapa agenda masih tercantum dengan detail yang dapat berubah.

Karena itu, pengunjung disarankan memeriksa kalender penyelenggara sebelum melakukan reservasi atau perjalanan.

Bali Good Food Month 2026 memperlihatkan bahwa wisata kuliner di Bali tidak lagi hanya berpusat pada restoran terkenal.

Tradisi, kopi lokal, produk pertanian, chef, pastry, wine, serta berbagai konsep modern kini bertemu dalam satu rangkaian yang mengajak wisatawan menjelajahi pulau melalui makanan.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *