70 Jajanan Viral Jakarta Ramaikan Festival Kuliner Bali

liwei
By

Makan Yok mencatat Jajanan Viral Jakarta Bali menjadi agenda kuliner menarik bulan ini setelah sekitar 70 tenant hadir di Trans Studio Mall Bali. Festival berlangsung sejak 7 Oktober dan akan berlanjut hingga 18 Oktober 2026 dengan membawa berbagai makanan yang sebelumnya banyak dikenal lewat media sosial Jakarta.

Konsepnya sederhana.

Membawa makanan viral dari satu kota ke kota lain.

Namun respons pengunjung menunjukkan daya tariknya cukup besar.

Menurut detikBali, sejumlah nama seperti Aldi’s Burger, Ci Mehong PIK Baking House, dan Gohyong Viral Jakarta ikut hadir.

Jajanan Viral Jakarta Bali Membawa 70 Tenant

Jumlah tenant menjadi salah satu kekuatan acara.

Pengunjung tidak hanya datang untuk satu merek.

Ada banyak pilihan dalam satu lokasi.

Model festival seperti ini membuat orang lebih mudah mencoba beberapa makanan sekaligus.

Biasanya satu tenant berada di lokasi yang berbeda-beda saat di Jakarta.

Di Bali, mereka dikumpulkan dalam satu area.

Hal ini mengurangi waktu perjalanan.

Aldi’s Burger Jadi Salah Satu Nama yang Diburu

Burger terus menjadi kategori makanan yang kuat di media sosial.

Tampilannya mudah menarik perhatian.

Keju meleleh.

Patty tebal.

Saus.

Semua terlihat jelas melalui video pendek.

Aldi’s Burger masuk dalam daftar tenant yang banyak dikenal pengunjung.

Bagi warga Bali yang sebelumnya hanya melihat kontennya secara online, festival memberi kesempatan mencoba tanpa harus terbang ke Jakarta.

Inilah salah satu kekuatan event kuliner.

Konten digital berubah menjadi transaksi nyata.

Ci Mehong Juga Hadir

Nama Ci Mehong cukup lekat dengan tren kuliner Jakarta.

PIK menjadi salah satu kawasan tempat brand makanan viral tumbuh cepat.

Namun jarak geografis biasanya membatasi audiens.

Pop-up di Bali memperluas jangkauan.

Merek dapat menguji apakah popularitasnya hanya kuat di Jakarta atau bisa diterima pasar lain.

Bagi bisnis, informasi ini sangat berharga.

Jika permintaan tinggi, membuka cabang permanen bisa menjadi opsi.

Gohyong Masih Punya Daya Tarik

Gohyong termasuk makanan yang beberapa tahun terakhir sangat sering muncul di media sosial.

Tekstur goreng.

Isian daging.

Saus yang kuat.

Semua cocok dengan format video makanan.

Popularitasnya membuat berbagai penjual bermunculan.

Festival menghadirkan salah satu nama yang dikenal sebagai Gohyong Viral Jakarta.

Namun pengunjung sebaiknya tidak hanya mengejar nama.

Rasa tetap menjadi penentu apakah hype bertahan.

Festival Ini Digelar untuk Kedua Kalinya

Menurut pihak Trans Studio Mall Bali, konsep Jajanan Viral Jakarta merupakan bagian dari program festival yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.

Tahun lalu mereka membawa kuliner Thailand.

Kali ini fokusnya pada Jakarta.

Sebelumnya TSM Cibubur juga membawa jajanan viral Bali ke Jakarta.

Sekarang pertukaran berlangsung ke arah sebaliknya.

Pola ini cukup menarik.

Kuliner menjadi semacam “touring exhibition”.

Media Sosial Mengubah Cara Orang Memilih Makanan

Dulu rekomendasi tempat makan banyak datang dari teman atau media.

Sekarang video pendek sangat dominan.

Satu makanan dapat viral hanya dalam beberapa hari.

Antrean kemudian muncul.

Namun viralitas tidak selalu bertahan.

Festival memberi kesempatan melihat apakah produk punya daya tarik nyata.

Jika hanya menarik secara visual tetapi rasanya biasa, pengunjung mungkin tidak membeli lagi.

Sebaliknya, makanan yang benar-benar enak dapat membangun pelanggan baru.

Bali Punya Pasar Kuliner yang Unik

Bali bukan pasar yang mudah.

Pilihan makanan sangat banyak.

Restoran lokal bersaing dengan brand internasional.

Wisatawan juga memiliki preferensi berbeda.

Ada turis domestik.

Turis asing.

Ekspatriat.

Warga lokal.

Karena itu, respons Bali bisa memberi sinyal menarik untuk brand Jakarta.

Menu mungkin harus disesuaikan.

Harga juga perlu mempertimbangkan pasar.

Festival Mempermudah Eksperimen bagi Brand

Membuka cabang permanen membutuhkan modal besar.

Sewa tempat.

Pegawai.

Peralatan.

Izin.

Semua membutuhkan investasi.

Pop-up festival lebih ringan.

Brand cukup hadir beberapa hari.

Mereka dapat melihat respons konsumen.

Penjualan memberi data langsung.

Komentar pengunjung juga membantu.

Pendekatan seperti ini banyak digunakan bisnis kuliner sebelum ekspansi.

Pengunjung Perlu Datang dengan Strategi

Jumlah 70 tenant terdengar menyenangkan.

Namun sulit mencoba semuanya.

Datang bersama beberapa orang bisa menjadi solusi.

Satu porsi dapat dibagi.

Dengan cara itu, lebih banyak menu bisa dicicipi.

Waktu kunjungan juga penting.

Jam makan biasanya lebih ramai.

Jika ingin menghindari antrean panjang, datang lebih awal dapat membantu.

Pengunjung juga sebaiknya melihat metode pembayaran yang tersedia.

Tren Viral Tidak Menggantikan Kuliner Lokal

Kehadiran makanan Jakarta tidak berarti kuliner Bali kehilangan tempat.

Justru festival bisa menciptakan perbandingan menarik.

Bali punya babi guling.

Lawar.

Ayam betutu.

Sate lilit.

Jakarta membawa tren berbeda.

Pertemuan dua budaya makanan memperkaya pilihan.

Wisatawan bisa mencoba menu viral tanpa berhenti mengeksplorasi makanan lokal.

Festival Menunjukkan Kuliner Makin Mobile

Merek makanan sekarang tidak harus menunggu konsumen datang.

Mereka bisa bergerak ke kota lain.

Pop-up.

Festival.

Kolaborasi.

Semua menjadi jalur ekspansi.

Media sosial membantu karena audiens sudah mengenal nama sebelum booth dibuka.

Jajanan Viral Jakarta Bali menunjukkan bagaimana popularitas digital bisa diterjemahkan menjadi pengalaman langsung.

Festival masih berlangsung hingga 18 Oktober.

Bagi pengunjung Bali yang penasaran dengan tren kuliner ibu kota, periode tersebut menjadi kesempatan mencoba puluhan nama tanpa harus mengejar alamat satu per satu di Jakarta.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *