Restoran Tiga Bintang Michelin Ini Hadir dengan Interior, Menu, dan Konsep Bersantap yang Lebih Intim

- Restoran Tiga Bintang Michelin Ini Hadir dengan Interior, Menu, dan Konsep Bersantap yang Lebih Intim
- Restaurant Zén Kembali Buka 25 Agustus 2026
- Perjalanan Zén Menuju Tiga Bintang Michelin
- Pengalaman Makan Dimulai dari Counter 16 Kursi
- Menu Baru Tetap Membawa DNA Nordik
- Chef Kelvin Ng Memimpin Dapur Restaurant Zén
- Berapa Harga Makan di Restaurant Zén?
- Reservasi September Sudah Dibuka
- Berada di Kawasan Bukit Pasoh
- Björn Frantzén Memiliki Tiga Restoran Berbintang Tiga Michelin
- Restaurant Zén Menambah Pilihan Wisata Kuliner Singapura
makanyok – Pecinta wisata kuliner Singapura mendapat pilihan menarik menjelang akhir Agustus 2026. Restaurant Zén, salah satu restoran fine dining paling terkenal di negara tersebut, bersiap membuka kembali pintunya pada 25 Agustus 2026 setelah menjalani renovasi selama sekitar tiga bulan.
Restaurant Zén menutup operasionalnya sejak 2 Juni untuk memperbarui ruang, menu, dan keseluruhan pengalaman tamu. Restoran yang menempati sebuah shophouse tiga lantai di Bukit Pasoh Road itu kini membawa konsep baru yang tetap mempertahankan identitas kuliner Nordik dengan sentuhan Jepang.
Kabar pembukaan kembali ini mencuri perhatian karena Zén bukan restoran biasa. Restoran milik chef Swedia Björn Frantzén tersebut mempertahankan tiga bintang Michelin dalam Michelin Guide Singapore 2026 dan menjadi salah satu destinasi gastronomi paling bergengsi di Singapura.
Perubahan kali ini tidak hanya menyentuh tampilan interior. Tim Zén juga menyusun ulang perjalanan makan dari awal hingga akhir agar tamu mendapat pengalaman yang lebih personal.
Restaurant Zén Kembali Buka 25 Agustus 2026
Restaurant Zén resmi memulai babak barunya pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Restoran tersebut sebelumnya menghentikan operasional pada 2 Juni. Selama masa renovasi, tim mengubah beberapa bagian penting di dalam bangunan tiga lantai yang selama ini menjadi ciri khas Zén.
The Straits Times melaporkan bahwa versi terbaru Restaurant Zén membawa nuansa warna cokelat earthy, karya seni Skandinavia, pencahayaan yang lebih intim, serta alur makan yang telah mengalami penyegaran.
Meski melakukan banyak perubahan, Björn Frantzén tidak ingin menghilangkan karakter utama restoran.
Zén tetap mengandalkan pendekatan kuliner Nordik dengan sentuhan Jepang dan teknik Eropa. Frantzén ingin tamu lama masih mengenali identitas restoran ketika mereka kembali berkunjung.
Perubahan tersebut lebih berfungsi sebagai evolusi dibanding transformasi total.
Pendekatan ini penting karena Zén telah membangun reputasi kuat sejak membuka pintu pada November 2018.
Perjalanan Zén Menuju Tiga Bintang Michelin
Restaurant Zén tidak membutuhkan waktu lama untuk menarik perhatian dunia kuliner.
Sekitar sepuluh bulan setelah beroperasi, restoran ini langsung meraih dua bintang Michelin pada 2019. Dua tahun kemudian, Zén naik ke tingkat tertinggi dan meraih tiga bintang Michelin pada 2021.
Restaurant Zén kemudian mempertahankan prestasi tersebut hingga Michelin Guide Singapore 2026.
Tiga bintang Michelin menempatkan Zén dalam kelompok restoran dengan pengakuan gastronomi tertinggi.
Pada Michelin Guide Singapore 2026, Singapura memiliki tiga restoran yang memegang tiga bintang, yaitu Zén, Les Amis, dan Odette.
Zén juga memperoleh pengakuan dari sejumlah lembaga kuliner lainnya.
Situs resmi restoran mencatat Zén menempati peringkat pertama restoran di Singapura versi La Liste pada 2025. Restoran tersebut sebelumnya juga memenangkan Gin Mare Art of Hospitality Award pada 2023.
Deretan penghargaan tersebut membuat pembukaan kembali Zén menjadi kabar penting bagi wisatawan yang menjadikan kuliner sebagai bagian utama perjalanan mereka ke Singapura.
Pengalaman Makan Dimulai dari Counter 16 Kursi
Salah satu perubahan besar terlihat pada cara Zén menerima tamunya.
Pengalaman kuliner kini dimulai di area counter dengan 16 kursi. Para chef dapat berinteraksi lebih dekat dengan tamu sambil mempersiapkan bagian awal menu.
Zén menyajikan tujuh canape sebelum tamu melanjutkan perjalanan menuju enam hidangan utama.
Konsep tersebut memungkinkan tamu tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga melihat proses dan interaksi yang terjadi di dapur.
Setelah menyelesaikan bagian awal pengalaman, tamu bergerak menuju ruang makan di lantai berikutnya.
Perjalanan kemudian berakhir di lounge atau Glasshouse, tempat restoran menyajikan dessert, petits fours, dan pilihan digestif.
Konsep berpindah dari satu lantai ke lantai lain memang sudah lama menjadi ciri khas Zén.
Situs resminya menjelaskan bahwa pengalaman bersantap berlangsung di tiga lantai dalam sebuah shophouse klasik di pusat Singapura. Restoran merancang seluruh perjalanan tersebut agar setiap bagian terasa seperti satu rangkaian cerita.
Menu Baru Tetap Membawa DNA Nordik
Renovasi tidak membuat Zén meninggalkan gaya masak yang membesarkan namanya.
Restaurant Zén tetap menempatkan kuliner Nordik sebagai dasar utama, kemudian menggabungkannya dengan sentuhan Jepang serta bahan dari berbagai negara.
Beberapa menu yang hadir dalam versi terbaru antara lain shima aji crudo dengan artichoke barigoule, quince, dan nasturtium.
Restoran juga menawarkan chawanmushi dengan abalone, coriander, shiitake, serta beef broth.
Menu lainnya menghadirkan wagyu bersama oxtail presse, morel, dan fermented Kampot pepper.
Tim restoran memperoleh bahan dari pemasok regional sekaligus pemasok di Jepang, Swedia, dan berbagai wilayah Eropa.
Zén juga berencana menyesuaikan menu dengan musim.
Perubahan menu secara penuh dapat berlangsung sekitar tiga sampai empat kali dalam satu tahun sehingga tamu yang datang pada periode berbeda berpeluang mendapatkan pengalaman berbeda.
Pendekatan tersebut membuat restoran dapat mengikuti kualitas bahan yang tersedia sekaligus mempertahankan kreativitas tim dapur.
Chef Kelvin Ng Memimpin Dapur Restaurant Zén

Meski nama Björn Frantzén sangat melekat pada restoran ini, tim lokal memegang peran penting dalam operasional sehari-hari.
Kelvin Ng memimpin dapur sebagai head chef.
Ia bekerja bersama general manager Rachel Ezekiel dan head of beverage Warren Estrop. Kelvin dan Rachel sudah berada bersama Restaurant Zén selama hampir lima tahun, sementara Warren bergabung sekitar empat tahun lalu.
Tim juga akan mendapat tambahan tenaga baru pada Oktober.
Emmah Stromberg dari Restaurant Frantzén di Stockholm akan bergabung sebagai sous chef.
Kehadiran anggota tim dari restoran saudara di Swedia dapat membantu menjaga hubungan antara dua konsep tersebut.
Meski begitu, Zén tidak mencoba membuat replika langsung Restaurant Frantzén.
Restoran Singapura memiliki karakter sendiri yang berkembang melalui bahan regional, kultur makan Asia, serta pengaruh Jepang.
Berapa Harga Makan di Restaurant Zén?
Pengalaman tiga bintang Michelin tentu datang dengan harga premium.
Restaurant Zén menetapkan menu makan siang seharga S$450++ per orang, sementara menu makan malam mencapai S$620++ per orang.
Tamu juga dapat menambahkan sejumlah hidangan tambahan.
Restoran menyediakan berbagai pilihan beverage pairing.
Untuk makan siang, pairing sake dan wine menambah sekitar S$250++, sedangkan pada makan malam harganya mencapai S$350++.
Tersedia pula kombinasi minuman beralkohol dan nonalkohol, serta pilihan pairing penuh tanpa alkohol.
Pengunjung juga perlu menyediakan waktu cukup panjang.
Situs resmi Zén menyarankan tamu menyiapkan sekitar 3,5 jam untuk menjalani keseluruhan pengalaman.
Artinya, makan di Zén bukan sekadar aktivitas makan malam biasa.
Restoran merancangnya sebagai pengalaman gastronomi yang berlangsung dari satu ruang ke ruang berikutnya.
Reservasi September Sudah Dibuka
Wisatawan yang ingin mencoba Restaurant Zén perlu merencanakan kunjungan lebih awal.
Reservasi untuk September sudah tersedia.
Restaurant Zén membuka meja untuk bulan berikutnya setiap tanggal 1 pada pukul 10.00 waktu Singapura.
Kelompok berisi lima hingga delapan orang dapat menghubungi restoran secara langsung untuk meminta reservasi.
Zén memiliki jumlah kursi yang sangat terbatas sehingga persaingan mendapatkan meja cukup tinggi.
Björn Frantzén bahkan mengatakan restorannya hampir selalu penuh sejak pertama kali beroperasi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wisata kuliner kelas premium tetap memiliki peminat kuat di Singapura meskipun industri restoran menghadapi berbagai tekanan biaya.
Berada di Kawasan Bukit Pasoh
Lokasi Restaurant Zén juga membuatnya menarik untuk wisata kuliner.
Restoran berada di 41 Bukit Pasoh Road, Singapore 089855.
Bukit Pasoh memiliki deretan bangunan shophouse yang memberikan suasana berbeda dibanding pusat perbelanjaan modern Singapura.
Kawasan ini juga berada tidak jauh dari Chinatown dan mudah menjadi bagian dari perjalanan wisata kuliner di pusat kota.
Wisatawan dapat menjelajahi makanan tradisional Singapura pada siang hari, kemudian mencoba pengalaman fine dining pada malam hari.
Kontras tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Singapura sebagai destinasi kuliner.
Dalam satu wilayah, wisatawan bisa menemukan hawker food dengan harga terjangkau hingga restoran tiga bintang Michelin.
Björn Frantzén Memiliki Tiga Restoran Berbintang Tiga Michelin
Sosok di balik Zén juga memiliki pencapaian yang tidak biasa.
Björn Frantzén memimpin tiga restoran yang masing-masing meraih tiga bintang Michelin.
Selain Zén di Singapura, ia memiliki Restaurant Frantzén di Stockholm dan FZN di Dubai.
FZN meraih tiga bintang Michelin kurang dari satu tahun setelah membuka operasionalnya pada 2024. Pencapaian tersebut menjadikan Frantzén sebagai chef yang secara bersamaan memimpin tiga restoran tiga bintang Michelin.
Meski bisnis fine dining tetap menjadi bagian penting dari grupnya, Frantzén mulai memperluas fokus menuju restoran yang lebih kasual.
Grup tersebut kini memiliki berbagai konsep lain termasuk Brasserie Astoria dan Beach Club Astoria.
Namun, Zén tetap menjadi salah satu proyek paling prestisius dalam portofolionya.
Restaurant Zén Menambah Pilihan Wisata Kuliner Singapura
Pembukaan kembali Restaurant Zén pada 25 Agustus 2026 memberikan pilihan baru bagi wisatawan yang mencari pengalaman kuliner premium di Singapura.
Setelah menjalani renovasi selama tiga bulan, Zén membawa interior baru, pengalaman counter yang lebih intim, menu baru, serta alur bersantap yang lebih terstruktur.
Namun, restoran tetap mempertahankan fondasi yang membuatnya memperoleh tiga bintang Michelin.
Kuliner Nordik, sentuhan Jepang, bahan premium, pelayanan personal, serta pengalaman makan lintas tiga lantai masih menjadi bagian penting dari identitas Zén.
Bagi wisatawan biasa, harga yang mencapai ratusan dolar Singapura tentu membuat restoran ini masuk kategori pengalaman khusus.
Namun, bagi pencinta gastronomi yang menjadikan restoran kelas dunia sebagai tujuan perjalanan, pembukaan kembali Zén layak masuk daftar destinasi kuliner Singapura pada paruh kedua 2026.
Terlebih, restoran tersebut baru saja mempertahankan tiga bintang Michelin dan kini membuka babak baru setelah renovasi besar.

