Makan Yok – agenda kuliner Indonesia semakin ramai pada pertengahan Oktober setelah Halalicious 2026 dibuka di Jakarta International Convention Centre, Senayan. Festival yang berlangsung 14–18 Oktober tersebut menghadirkan 66 tenant makanan dan minuman halal, lebih banyak dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
- Halalicious 2026 Membawa 66 Tenant
- Tahu Gejrot Bertemu Matcha Kekinian
- Festival Menjadi Panggung UMKM
- Sertifikasi Halal Semakin Menjadi Pertimbangan
- ISEF Membuat Kuliner Terhubung dengan Ekonomi Syariah
- Kuliner Halal Punya Pasar Global
- Packaging Menjadi Semakin Penting
- Media Sosial Membuat Tenant Lebih Mudah Viral
- Pengunjung Perlu Memperhatikan Waktu
- Festival Juga Bisa Menjadi Tempat Riset Tren
- Tren Matcha Menunjukkan Pasar Sangat Cepat Berubah
- Kuliner Tradisional Tetap Punya Tempat
- Halalicious Menjadi Pertemuan Tradisi dan Tren
Pilihan menunya cukup lebar.
Pengunjung bisa menemukan makanan tradisional.
Selain itu, ada minuman dan dessert yang mengikuti tren sekarang.
Konsep ini membuat festival tidak hanya menarik bagi keluarga, tetapi juga generasi muda yang sering mencari kuliner melalui media sosial.
Informasi mengenai festival makanan halal dengan puluhan tenant menyebut acara merupakan bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival 2026.
Halalicious 2026 Membawa 66 Tenant
Jumlah tenant tahun ini meningkat.
Dengan 66 pilihan, pengunjung memiliki kesempatan mencoba kategori makanan yang berbeda dalam satu lokasi.
Namun banyak pilihan juga membuat orang mudah berlebihan.
Datang bersama teman bisa membantu.
Satu porsi dapat dibagi agar lebih banyak menu bisa dicicipi.
Cara ini juga mengurangi makanan tersisa.
Tahu Gejrot Bertemu Matcha Kekinian
Kontras menu menjadi salah satu kekuatan festival.
Tahu gejrot membawa rasa tradisional.
Sementara itu, matcha mewakili tren minuman modern.
Keduanya bisa berada di satu area.
Perpaduan semacam ini menunjukkan perubahan pasar halal.
Label halal tidak hanya melekat pada makanan tradisional.
Produk modern dan global juga masuk.
Festival Menjadi Panggung UMKM
Halalicious memberi ruang bagi usaha kecil dan menengah.
Bagi UMKM, event seperti ini penting.
Mereka dapat bertemu ribuan calon pelanggan dalam beberapa hari.
Selain itu, brand yang sebelumnya hanya dikenal secara online bisa mendapat pengalaman penjualan langsung.
Feedback konsumen juga muncul lebih cepat.
Rasa.
Harga.
Kemasan.
Semua bisa diuji.
Sertifikasi Halal Semakin Menjadi Pertimbangan
Konsumen Muslim ingin kepastian.
Karena itu, sertifikasi halal memiliki fungsi penting.
Namun pelaku usaha tetap perlu memahami bahwa sertifikasi bukan satu-satunya ukuran kualitas.
Kebersihan.
Rasa.
Penyimpanan.
Pelayanan.
Semua tetap menentukan pengalaman.
Halal merupakan standar penting, tetapi bisnis kuliner tetap harus kompetitif secara menyeluruh.
ISEF Membuat Kuliner Terhubung dengan Ekonomi Syariah
Halalicious tidak berdiri sebagai festival makanan biasa.
Acara menjadi bagian dari rangkaian ekonomi syariah yang lebih luas.
Ini menarik karena industri halal tidak hanya membahas makanan.
Ada keuangan.
Fashion.
Kosmetik.
Travel.
Namun makanan menjadi salah satu pintu masuk paling mudah dipahami masyarakat.
Setiap orang berinteraksi dengan produk kuliner.
Kuliner Halal Punya Pasar Global
Indonesia memiliki populasi Muslim besar.
Hal ini membuat pasar domestik sangat kuat.
Namun peluang tidak berhenti di dalam negeri.
Produk halal Indonesia juga dapat masuk pasar ekspor.
Timur Tengah menjadi salah satu target.
Malaysia dan negara Asia lain juga relevan.
Bahkan konsumen non-Muslim dapat membeli produk halal jika kualitasnya baik.
Karena itu, halal dapat menjadi standar akses pasar, bukan pembatas.
Packaging Menjadi Semakin Penting
Bagi UMKM, rasa bagus belum cukup.
Kemasan menentukan apakah produk aman dibawa.
Selain itu, packaging memengaruhi citra.
Produk yang ingin masuk retail membutuhkan label jelas.
Tanggal kedaluwarsa.
Komposisi.
Informasi alergi.
Semua harus diperhatikan.
Festival memberi kesempatan melihat bagaimana kompetitor mengemas produk.
Media Sosial Membuat Tenant Lebih Mudah Viral
Festival kuliner sekarang hampir selalu terhubung dengan konten.
Proses memasak menarik.
Penyajian unik.
Antrean panjang.
Semua dapat menjadi video.
Karena itu, tenant perlu menyiapkan visual selain rasa.
Namun viralitas bukan tujuan akhir.
Jika produk tidak enak, exposure hanya menciptakan kunjungan satu kali.
Kualitas menentukan pembelian ulang.
Pengunjung Perlu Memperhatikan Waktu
Jam makan kemungkinan menjadi periode tersibuk.
Jika ingin eksplorasi lebih santai, datang sebelum jam makan utama bisa membantu.
Selain itu, pengunjung perlu membawa metode pembayaran yang sesuai.
Beberapa event semakin dominan menggunakan transaksi non-tunai.
Namun memiliki opsi cadangan tetap berguna.
Festival Juga Bisa Menjadi Tempat Riset Tren
Bagi pelaku bisnis kuliner, acara seperti Halalicious bukan hanya tempat jualan.
Mereka dapat melihat pola konsumen.
Menu apa yang antreannya panjang?
Harga berapa yang mudah diterima?
Apakah minuman lebih cepat terjual daripada makanan berat?
Informasi tersebut berguna ketika merancang produk baru.
Tren Matcha Menunjukkan Pasar Sangat Cepat Berubah
Beberapa tahun lalu, brown sugar atau kopi susu mendominasi.
Sekarang matcha kembali sangat kuat.
Tren dapat berubah cepat.
Pelaku usaha harus adaptif.
Namun terlalu sering mengejar tren juga berisiko.
Brand tetap membutuhkan produk inti.
Menu musiman bisa digunakan sebagai tambahan tanpa menghilangkan identitas.
Kuliner Tradisional Tetap Punya Tempat
Di tengah tren modern, makanan tradisional masih menarik.
Justru generasi muda sering kembali mencari rasa lama dengan kemasan baru.
Tahu gejrot.
Jajanan pasar.
Sambal.
Makanan Nusantara memiliki potensi besar.
Tantangannya adalah menjaga rasa sekaligus membuat pengalaman lebih praktis.
Halalicious Menjadi Pertemuan Tradisi dan Tren
Halalicious 2026 memperlihatkan industri halal tidak statis.
Kuliner tradisional dan produk kekinian dapat tumbuh bersama.
Bagi konsumen, festival memberi banyak pilihan.
Bagi UMKM, event membuka akses pasar.
Sementara bagi industri, 66 tenant dalam satu lokasi menunjukkan betapa luasnya kreativitas kuliner halal Indonesia.

